Reader’s Digest: Cari Uang di Dunia Maya

Reader's Diggest: Cari uang di dunia maya
MC, Catur (tokohelm.com), Nukman Luthfie (Virtual Consulting), Yohata (bukukita.com)

Jumat 15 Juni 2007 kemarin, saya diundang oleh mas Nukman (CEO Virtual Consulting) untuk memberikan testimoni dotcomers sebagai salah satu owner toko online www.tokohelm.com, pada acara diskusi Reader’s Digest Indonesia (RDI) 5.30 bertempat di 9 Clouds Dine & Dance, Menara Jamsostek lantai 9, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Sebenarnya sempat canggung juga dibilang dotcomers karena saya ini boleh dikatakan baru terjun ke dunia dotcom, bersama 2 rekan saya Boyd an Lulu, saya membangun toko online untuk berjualan helm dan aksesori motor (jacket, rain coat, rompi motor, dll).

Idenya cukup sederhana, yakni membuat sebuah alternatif belanja bagi para biker dan pemilik kendaraan bermotor. Tinggal Click dan konfirm, lalu barang diantar ke alamat pembeli. Tipikal standar toko online di indonesia.

Sebuah bisnis online sangat mudah didirikan, “kita hanya butuh sekumpulan orang yang sama visi misinya dan saling berkomitmen untuk mengumpulkan sejumlah modal untuk membangun sebuah bisnis online baru” Meebo founder Seth Sternberg saat diwawancarai business week mengenai launching meebo room.

Tapi bukan berarti karena mudah didirikan maka dalam pengelolaannya ga harus serius, itu salah besar. Karena begitu anda masuk ke bisnis online, maka kompetitor anda bukan hanya pebisnis di samping kanan dan kiri toko anda, tapi juga seseorang di negara lain yg berkopetensi bisnis sama dengan anda, dan menyasar market yg sama juga.
Jadi prinsip-prinsip bisnis konvensional juga harus tetap dijunjung tinggi dan dilakukan secara serius.

Sebuah pernyataan menarik dari salah satu audience RDI 5.30 yang merasa pembuatan toko online untuk target market wanita sangatlah sulit untuk berhasil, kegagalan dia dalam mengelola toko online pernak-pernik untuk wanita membuat dia pesimis bisnis onlinenya bakal berhasil. “Apa sebaiknya bisnis saya harus ditutup saja?”

Nukman Luthfi menanggapinya dengan terlebih dahulu mengemukakan hasil statistik menunjukkan bahwa 80% pengungguna Internet adalah pria, maka wajar jika memasarkan produk wanita akan lebih sulit daripada memasarkan produk pria. Nah solusinya gimana?

Salah satunya yakni dengan memakai strategy jualan kado untuk wanita. Logicnya para pria atau suami akan membeli kado pernak-pernik untuk pacar atau istri mereka.

Dan sekali lagi, sebuah strategy yang matang perlu didukung eksekusi yang bagus pula. Jangan Asal jalan 😉

Tautan:

Buka Toko Online Aksesoris untuk Kaum Hawa kok nDak Laku Ya?
Mencari Uang di Dunia Maya, Di Mana Uangnya?
Cari Uang di Dunia Maya

Related Posts

About the author

catur waluyo

Digital Marketer, Trainer & Speaker

Leave a Reply

About Me

catur waluyo

Digital Marketer, Trainer & Speaker

HOW TO REACH ME?

m. / wa. : (62) 87883902820
skype: catur.pw
contact for inquiries: hi@caturpw.com


My Activities

Follow me on Twitter