Get Connected to Catur PW
expand

“Freelancer VS Jobs Publisher” @FreSh!

FreSh! 4 “Freelance VS Job Publisher” @Hall Pangeran Kuningan, Gedung Telkom Gatot Subroto Jakarta, berlangsung sangat luarbiasa. Thanks to Kun.co.ro dan Pak Prama (Deputy General Manager Telkom, Kandatel Jakarta Barat), yang telah mensupport FreSh! 4 meeting dengan sangat WAH!, baik tempat maupun hidangan malamnya, thanks a lot!

FreSh! Kali ini sengaja dibikin 2 kubu yg saling berlawanan tapi saling membutuhkan, yakni kubu “Freelancer” dan kubu “Job Publisher”.

Kubu Freelancer menyerang lebih dahulu diwakili oleh Aria Rajasa mengusung tema persiapan menuju full-time freelancer, diantaranya seorang freelancer musti punya 6month reserve income before he jump into freelance Jungle.

Selanjutnya harry, memberikan insight yg sangat bagus, dimana seorang freelancer musti pegang prinsip “generosity won’t kill you”, berikan extra service kepada client (yg positip loh), free service kalo perlu, sehingga client merasa puas dengan pekerjaan kita.

Harry @DigitalGrafis.com

Dilanjutkan oleh kubu Jobs Publisher diwakili oleh: Chandra Marsono yg telah menjadi freelancer sejak SMA, dan kini dia telah sukses menjadi seorang entrepeneur dan Jobs Publisher bagi para Freelancer. Chandra membawakan presentasi “Freelancing done right”, Presentasinya bisa disimak berikut ini:

Freelancing Done Right

View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: teamwork management)

Selain itu, ada pula presentasi Herman Chang seorang Qualified Google Adword consultant, sharing ilmu ttg google adwords dalam pemanfaatannya didunia freelancing.

MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia) melalui Kukuh TW menyampaikan titipan dari Depkominfo.

Pembuatan Logo Mikti

View SlideShare presentation or Upload your own.

@dari blognya Pitra
Kesimpulan diskusi dalam event FreSh! ini disampaikan oleh Ramya Prajna, yang kurang lebih sebagai berikut:

- Lebih memilih menjadi seorang freelancer lalu berkembang menjadi seorang entrepreneur, atau kembali lagi menjadi seorang karyawan. Bisa jadi seorang freelancer menjadi jenuh akan ketidakpastian yang ia hadapi, lalu memutuskan kembali lagi bekerja menjadi karyawan di kantor sebelumnya. Atau, ia semakin belajar mengatur dirinya sendiri, mengatur urusan dengan klien, hingga akhirnya membangun perusahaannya sendiri.
- Yang lebih penting, bagaimana menciptakan lingkungan yang baik bagi seorang freelancer. Dengan terciptanya lingkungan yang baik dan bisa dipercaya oleh job publisher, sembari job publisher pun memberikan benefit yang baik bagi para freelancer, seperti: asuransi, pelatihan, dll.
- Industri desain ini masih terlalu bercampur antara pekerjaan yang berskala 500.000 rupiah, hingga 50 juta rupiah. Perlu ada standarisasi sehingga klien tidak melakukan komparasi yang salah.

dari Blognya Pitra lagi :P

Untuk kegiatan FreSh! 5.0 di bulan Desember nanti, tema yang akan diusung adalah Creative Industry Outlook 2009. Pada kesempatan mendatang, yang rencananya akan berbagi adalah Enda Nasution, Yoris Sebastian, dan Norman Sasono (semua masih dalam konfirmasi). Enda akan bercerita seputar dunia blog di tahun 2009, Yoris akan bercerita seputar industri kreatif di tahun 2009, dan Norman, seorang Microsoft evangelist akan bercerita seputar user application di masa mendatang. Terakhir, Ramya Prajna juga akan berbagi tentang user interface di masa mendatang.

DoorPrice persembahan Telkom berupa 2 buah hape flexi dan modem ADSL, serta 5 buah voucer Hotel d’Carmel Lembang, Bandung dari FreSh! telah diterima oleh yg beruntung Andi Belutz, dkk.

Links:
FreSh Berbagi Pengalaman Seputar Dunia Freelance

Photo by:
Chandra, Kun.co.ro, Satya, KapKap

  • Twitter
  • Facebook
  • Technorati Favorites
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • LinkedIn
  • Digg
  • Google Reader
  • Google Bookmarks
  • Yahoo Bookmarks
  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Featured Posts

My Personal Branding Mentors

I thing that the most difficult thing to learn is to learn about your-self, to know what do you want exactly, to understand what you need, and to describe what you want. But as you know, it all about you and by your own perceptions. And talking about "personal branding", your own ...

Read More

Dari Budi Soehardi hingga Koin untuk Keadilan

Soehardi, a 53-year-old Indonesian pilot living in Singapore, and his wife, Peggy, look after 47 children at the orphanage. They have a personal relationship with each one, and consider them part of their family. The couple named many of the children since they entered the orphanage as babies — some ...

Read More

Social Media and Personal Branding

Social Media: Tahukah anda, aktivitas para pengguna internet di situs jejaring sosial (sosial media) bahkan dapat mengalahkan aktifitas browsing situs porno. Situs jejaring sosial Facebook.com mampu manjaring 100 juta user mereka hanya kurang dari 9 bulan, jauh memecahkan record jika dibandingkan dengan media tradisional lainnya, dimana untuk mendapatkan 50 juta user saja, ...

Read More

Speak Up! get connected to others

"Hai, saya catur pw, saya suka nulis dan ngobrolin tentang personal branding, saya suka share diskusi di forum FreSh (freedom of sharing) dan sangat senang untuk menjalin network bisnis dengan orang lain, terutama yg berkaitan dengan topik digital marketing. Bagaimana kabar anda?" [caption id="" align="alignleft" width="232" caption="© Photographer: Carlosphotos | Agency: ...

Read More

Meet and Greet Eugene Kaspersky

"start from a small step come a giant success" I think i made a correct step when i meet and greet Eugene Kaspersky

Read More


One Response to ““Freelancer VS Jobs Publisher” @FreSh!”

  1. [...] Seputar Dunia Freelance – Ruang Freelancer: Melakukan Banyak Kesenangan dalam ber-freelancer – “Freelancer VS Jobs Publisher” @FreSh! This entry was posted on Saturday, December 6th, 2008 at 9:16 am and is filed under Design, [...]

Leave a Reply