Big companies understand the importance of brands. Today, in the Age of the Individual, you have to be your own brand. Here’s what it takes to be the CEO of Me Inc. ~ TOM PETERS
Setiap hari setiap jam, setiap saat diri kita dikelilingi oleh Merek, contoh konkretnya begini, si Luna pergi ke Pelangi, kira-kira merek apa saja yang menempel pada tubuh Luna dari atas ke bawah?
Innocenttolong jaga angan-angan anda… jangan mikir yang tidak-tidak, dan tulisan saya berikut tidak berupaya untuk provokatif, saya hanya berusaha mendeskripsikan brand/merek yang melekat di Luna. Tongue out
Ok, sudah ada list-nya?
dari atas kebawah, Luna pake Shampoo SunSilk, Rudy Hadisuwarno HairSpray, Bedak dan Foundation Sariayu Martha Tillaar, Lisptik Maybeline, Kalung emas Putih Felice, Baju Dolce & Gabana, Celana Jean Levi’s, dan sepatu Bucherry.
Tubuh Luna bak papan reklame, yang akan berjalan ke pusat hiburan kota, mempromosikan produk-produk yang menempel padanya. Dan anehnya, Luna malah bangga dan tidak risi, Mengapa demikian?
Karena Merek-merek tersebut memberikan Value kepadanya, kepuasan jiwa hanya dengan mengenakannya.
Merek ada dimana-mana, dan sudah tidak mungkin bisa kita elakkan.
Kita adalah CEO dari perusahaan “diri kita sendiri”. Tanpa membedakan usia, asal usul, warna kulit ataupun pendidikan. Sekarang saatnya buat Luna, Anda dan Saya untuk turut berperan membentuk sebuah Brand/ Merek “You”.
So, Keep It on Mind!!
“Starting today you are a Brand!”