March 7th, 2009 by catur pw
Milad TDA 3 benar-benar memberikan pengalaman luar biasa kepada saya.
Kerja team yang luar biasa, mampu mensukseskan event akbar Festival entrepreneurship Indonesia 2009 ini. Bangga juga karena saya masuk kedalam team panitia, seksi acara tepatnya
Anyway, saya kembali dikagumkan oleh seorang pembicara pada Milad TDA 3 kemarin.
Jamil Azzaini seorang motivator serta penulis buku Kubik leadership, dimana dia mengenalkan sebuah hukum alam menebarkan EPOS (energi positif) dan meminimalisir ENEG (energi negatif).
Sebenarnya, saya sudah dengar mengenai Epos sejak lama, tp baru benar-benar terpana dan tertarik untuk mengapai epos sebanyak-banyaknya setelah mendengarkan sesi Inspirator Sukses Mulia Jamil Azzaini.
Hukum Kekekalan Energi Alam versi EPOS kira2 begini:
(… mr.Jamil,please correct me if wrong
… )
Jumlah ENERGI POSITIF = Jumlah Energi POSitif + Jumlah Cadangan EPOS
Jumlah ENERGI NEGATIF = Jumlah Energi NEGatif + Jumlah Cadangan ENEG
Intinya, EPOS adalah Energi yg muncul karena didasarkan kepada keikhlasan dalam melakukan sesuatu yg positif/ baik/ sikap positif kita, sedangkan ENEG adalah energi yg muncul karena sikap negatif kita.
baik EPOS ataupun ENEG, dua-duanya akan kembali kepada kita.
jadi mulai sekarang, perbanyaklah EPOS, dan berupaya untuk meminimalisir ENEG.
Thanks Pak Jamil
photo by: Yoyox Sancoyo
Tags: epos, indonesia, jamil azzaini, personal branding
Posted in Motivation & Inspiration | 1 Comment »
February 17th, 2009 by catur pw
Narasumber : Goenawan Mohamad ( founder and editor of Tempo Magazine), Wicaksono “Ndoro Kakung“, plus Yuswohady (pengarang buku CROWD) yang akan membahas tentang Kreatifitas Generation Z
Senin, 23 Februari 2009, Jam 19.00-21.30 WIB di Kompleks Kebudayaan Salihara, Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (belakang Universitas Nasional)
Iuran : 25.000,-
Contact: Catur PW (0813 1903 1114) & Pitra (0816 480 2180)
———— —
Lantaran klaim Malaysia atas beberapa aset budaya bangsa seperti reog ponorogo dan lagu rasa sayange, kita lantas sewot dan memaki-maki negeri tetangga tersebut dengan sebutan “Malingsia”. Bukan kali ini saja bangsa Indonesia berlaku reaktif terhadap kemajuan negeri tetangga yang bahkan telah berani menggelontorkan tagline pariwisata “Malaysia, Truly Asia” alias “Malaysia, Asia yang Sebenar-benarnya”. Cemburukah kita? lalaikah kita? atau semata-mata hanya kalah “gebrak”?
Lantas sampai kapan Indonesia, bangsa yang “besar” ini, akan terus-terusan merasa kecolongan? Tak mampukah kita belajar untuk mengulangi sukses Jepang, China atau India, yang dulunya juga sering dianggap “tukang contek” namun kini telah bertransformasi menjadi pembuat produk yang disegani?
Kuncinya bukan pada aset yang berlimpah, tapi kreatifitas! Pertanyaannya = Apakah Indonesia mampu berubah dari bangsa yang cuma bisa sewot menjadi bangsa kreatif? Seberapa kreatifkah kita dibanding bangsa-bangsa yang lain? Mampukah kreatifitas membawa kita menjadi bangsa pemenang?
Temukan jawabannya pada diskusi FreSh 23 Februari 2009 di Salihara! Be there!
Facebook event page:
FreSh Feb 2009 “Indonesia: Bangsa Sewot atau Bangsa Kreatif?”
Official Website:
www.freshyourmind.com
Photo: © Photographer: Soze | Agency: Dreamstime.com
Tags: creative industry, Freedom of sharing, FreSh, indonesia
Posted in The Conversation | 1 Comment »