Get Connected to Catur PW
expand
catur pw on pecha kucha jakartaplasa.com at indocomtek senayanspeak at plasa.comTelkom New Logo Party@RoTI FreSh (semarang)Catur PW with Eugene Kasperskydinner with Eugene Kaspersky

Speak Up! get connected to others

November 25th, 2009 by catur pw

“Hai, saya catur pw, saya suka nulis dan ngobrolin tentang personal branding, saya suka share diskusi di forum FreSh (freedom of sharing) dan sangat senang untuk menjalin network bisnis dengan orang lain, terutama yg berkaitan dengan topik digital marketing.
Bagaimana kabar anda?”

Businessman with megaphone

© Photographer: Carlosphotos | Agency: Dreamstime.com

Begitulah kira-kira kalo saya bertemu dengan orang lain… well.. ga selalu formal begitu sih, yg penting start to speak up and let it flow.

Sejak saya aktif dikegiatan FreSh (freedom of sharing), saya bertemu dengan banyak orang dengan expertisnya masing-masing, ya saya yakin semua orang punya keahlian masing-masing. Hanya saja banyak orang yg keahliannya tidak terdeteksi oleh orang lain disekitarnya.

Saya bukan seorang peramal yg bisa menebak tepat apa keahlian anda, dan saya yakin orang lainpun tidak bisa menebak keahlian anda tanpa ada tanda-tanda yang jelas. Hal ini diperparah dengan tidak adanya brosur/ flyer khusus yg menjelaskan keahlian anda, untuk dibagi-bagikan kepada setiap orang yg anda temui.

Ibarat sebuah perusahaan, anda perlu melakukan strategy offline dan online, agar personal brand anda terdeteksi oleh orang lain. Jika perusahaan menggunakan flyer, brosur atau bahkan billboard untuk menyampaikan brand message mereka, maka anda hanya perlu “bicara” berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal (melalui kartu nama,etc.) kepada satu atau banyak orang untuk menyampaikan personal brand message anda. Biarlah orang lain tahu siapa anda sebenarnya. amati situasi dan kondisi, sampaikan strategy offline anda yg paling tepat untuk saat itu.

Saat memutuskan untuk “berbicara”, ada beberapa tips praktis untuk dijalankan:

  1. Berlatihlah untuk berbicara, dan jangan lupa untuk banyak mendengar orang lain berbicara,jangan egois maunya menang sendiri, hindari ini jauh-jauh
  2. Create conversation with anyone, jangan pilih-pilih teman bicara
  3. Buat lawan bicara anda seperti pusat informasi yg sangat penting, make him feels like a very important person when you talk to him.
  4. Senyum dan perbanyak lagi senyuman, ada yang bilang, kalo kita banyak senyum maka energi positif kita akan semakin terpancar menarik perhatian orang lain. Dan percayalah, tidak akan ada yg mau berbicara dengan si”muka masam”.
  5. Update news and knowledge, terutama yang berkaitan dengan topik interest kamu. Hal ini sangat berguna untuk memperkaya topik pembicaraan kita.

Now you are ready to Speak Up! and get connected to others

Online atau Offline?

November 25th, 2009 by catur pw
Internet Technology

© Photographer: Apletfx | Agency: Dreamstime.com

“Let’s go online, it’s cheap and more effective.
No.. Offline is the best, it is dirrect and fast result.”


Sebuah percakapan yg sering saya dengar belakangan ini ketika saya berdiskusi dengan klien, mendebatkan strategi promosi yg paling efektif dan efisien untuk membangun karakter brand mereka.

sebagian ngotot jaman new wave seperti sekarang yg penting promo online, dan sebagian lagi masih kekeuh dengan asumsi offline yg gencar bakalan membawa impact yg besar pula.

“kalo pendapat mas Catur gimana? kita harus pake strategi offline atau online?”

Kita pake dua-duanya pak! keduanya merupakan unsur penting dalam upaya membangun karakter brand yg tepat. Sinergi offline dan online strategy bisa menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat yg sangat menguntungkan brand/ pemilik merk. Masing-masing strategy mempunyai kelebihannya sendiri, yang kalo diblend akan saling menguatkan.

Offline Strategy sangat bagus untuk customer engagement, membangun persepsi yang positif, kepercayaan dan baseline recognition yang membedakan brand kita dengan brand yg lain.

Online strategy sangat bagus untuk driving convertion, leading visitor to our website/ online message about the brand yang akhirnya berupaya supaya traffic yg ada convert ke sales atau tujuan lain dari strategy online kita.

ga kalah pentingnya adalah content message nya,musti integrate antara online dan offline, dua-duanya mengusung misi yg sama, menyampaikan persepsi brand yang benar kepada khalayak. Harapannya satu, brand jadi makin dekat dengan target marketnya dan makin mudah kita menawarkan jasa/ produk kita.

Bacaan menarik lainnya tentang online strategy dan offline strategy silahkan disimak di Tantangan Konektor sosial oleh Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin MarkPlus, Inc.