Get Connected to Catur PW
expand

Posts Tagged ‘Freedom of sharing’


RoTI (Return of Tukar Ilmu) – FreSh Semarang

Sunday, October 18th, 2009

Rabu malam, 14 oktober 2009 merupakan malam yg membanggakan bagi FreSh (Freedom of Sharing),  setelah ultah pertama FreSh, 28 Agustus 2009 lalu, teman-teman dari semarang dimotori oleh wiwiek, didut, sofyan dan yogi memotori terbentuknya RoTI FreSh yang merupakan anak cabang FreSh yang pertama.

RoTI FreShRoTI merupakan akronim dari “Return of Tuker Ilmu”.
Filosofinya diangkat dari sebuah pepatah bijak “Siapa menebar benih, dia akan menuainya” Sebagian dari kita tahu, bahwa saat kita membagi apapun yang kita punya, termasuk ilmu, maka semua itu akan kembali lagi ke kita. Tidak ada yang pernah berkurang dalam hal berbagi. Entah itu dalam konteks positif maupun negatif. Bahkan tak jarang ada penambahan yang kembali ke kita saat kita melakukan kegiatan berbagi ini. Melalui ajang ini, kami memilih untuk berbagi secara positif, sehingga kelak yang akan kembali pun hal-hal yang bersifat positif pula. ~ rotifresh.net

rotifresh.net

Selamat dan sukses untuk RoTI FreSh!
Semoga mampu memberikan kontribusi yg terbaik bagi dunia kreatif Indonesia.

All about RoTI FreSh:
Facebook PageTwitterwww.rotifresh.net

FreSh Feb 2009 “Indonesia: Bangsa Sewot atau Bangsa Kreatif?”

Tuesday, February 17th, 2009

Indonesia Flag with CloudsNarasumber : Goenawan Mohamad ( founder and editor of Tempo Magazine), Wicaksono “Ndoro Kakung“, plus Yuswohady (pengarang buku CROWD) yang akan membahas tentang Kreatifitas Generation Z

Senin, 23 Februari 2009, Jam 19.00-21.30 WIB di Kompleks Kebudayaan Salihara, Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (belakang Universitas Nasional)

Iuran : 25.000,-

Contact: Catur PW (0813 1903 1114) & Pitra (0816 480 2180)
———— —

Lantaran klaim Malaysia atas beberapa aset budaya bangsa seperti reog ponorogo dan lagu rasa sayange, kita lantas sewot dan memaki-maki negeri tetangga tersebut dengan sebutan “Malingsia”. Bukan kali ini saja bangsa Indonesia berlaku reaktif terhadap kemajuan negeri tetangga yang bahkan telah berani menggelontorkan tagline pariwisata “Malaysia, Truly Asia” alias “Malaysia, Asia yang Sebenar-benarnya”. Cemburukah kita? lalaikah kita? atau semata-mata hanya kalah “gebrak”?

Lantas sampai kapan Indonesia, bangsa yang “besar” ini, akan terus-terusan merasa kecolongan? Tak mampukah kita belajar untuk mengulangi sukses Jepang, China atau India, yang dulunya juga sering dianggap “tukang contek” namun kini telah bertransformasi menjadi pembuat produk yang disegani?

Kuncinya bukan pada aset yang berlimpah, tapi kreatifitas! Pertanyaannya = Apakah Indonesia mampu berubah dari bangsa yang cuma bisa sewot menjadi bangsa kreatif? Seberapa kreatifkah kita dibanding bangsa-bangsa yang lain? Mampukah kreatifitas membawa kita menjadi bangsa pemenang?

Temukan jawabannya pada diskusi FreSh 23 Februari 2009 di Salihara! Be there!

Facebook event page:
FreSh Feb 2009 “Indonesia: Bangsa Sewot atau Bangsa Kreatif?”

Official Website:
www.freshyourmind.com

Photo: © Photographer: Soze | Agency: Dreamstime.com